Sebenernya posting kali ini terinspirasi dari 2 kejadian, yang memang terjadi dalam waktu yang berbeda tempat yang berbeda dan tentunya peristiwa yang berbeda juga, namun satu sama lain memiliki relational yang pekat, atau saya lebih suka dibilang keterikatan antara media dan kehidupan sehari-hari.
Seperti biasa, bug fixing kami lakukan jika terjadi error pada aplikasi AzBee Simple Kios, kali ini di salah satu klien kami di Magister Management FEUI salemba, tepatnya di RM SariBoga milik Pak Guntur, mungkin bagi para karyawan yang bekerja disana atau para mahasiswa S2 kenal dengan kantin ini.
Saya waktu itu ngobrol santai dengan salah satu pemiliknya, ibu Woro namanya, (mertua Pak Guntur), beliau sedikit mengeluhkan, banyak sekali para calon karyawan yang melamar dengan janji-janji yang memang tidak terimplementasikan sama sekali, jadi simplenya gini, klien saya tersebut menerima karyawan baru untuk RM nya itu, dari mulai Pelayan, Kasir, Koki ataupun Jajaran manajer, namun banyak calon karyawan yang cuma berjanji-janji ria. Pada kenyataannya tidak sesuai dengan apa yang dijanjikan sebelumnya.
Saat ditanya bisa atau tidak, mereka selalu menjawab BISA, dengan mengharapkan diterima bekerja di RM klien saya. Namun ibu Woro sedikit curhat, dia lebih suka sama orang yang jujur ketimbang yang maksain, namun tak terjadi apa yang dipaksain.
Wah jadi inget filmnya The Pursuit Of Happyness, waktu si Chris Gardener(Will Smith) di interview sama jajaran personalia waktu ngelamar jadi stock broker, Chris yang cuma lulusan sekolah pelayaran harus bertemu dengan segala macem sistem ekonomi dan dunia pialang.
Sekelebat, jajaran personaliapun agak kecewa, namun dengan sedikit memohon Chris muda menjawab : “Sir, if i dont know some thing, i knew that i can’t do that thing, but i try to find out”(kurang lebih sih gitu, lupa soalnya).
Kalo di terjemahin sih gini senalar saya waktu itu, “Jika bapak memberikan saya sebuah masalah, dan saya tidak tahu cara mengatasinya, Namun saya terus mencari tahu cara menyelesaikan masalah tersebut.(kalo difikir-fikir engga nyambung yah sama bahasa inggris yang tadi).
Alhasil Chris yang mendapati referensi dari salah satu jajaran direksi/personalia diterima, walaupun ketika itu Chris hanya menggunakan Jaket tak bersleting dengan rambut yang masih ada cat putihnya.
Jujur, sampe sekarang saya masih hobby kalo nonton The Pursuit Of Happyness, walaupun berulang-ulang tapi tetep filmnya sangat menginspirasi sekali, oh iya ada satu film bagus lagi yang memang sangat menginspirasi dan berbackground True Story, Yaitu Door To Door, Mau tau kisahnya? yah tunggu postingan saya selanjutnya, hahaha kaya sinetron aja bersambung.







Halo bung lama tak main ke sini. maap yah?
Pelem will smith itu mirip kramer versus kramer kalo gak salah. bener gak?
mari jujur. heehhe
emg bagus yaa ??
tempo hari c pernah nonton. cuman di tengah2 ketiduran… hehee~
oh iya. numpang nge-link yaa..
i’ve seen that movie!! my eyes glistened..
tapi gembel di amerika ttp dapet santunan, apartemen bagus, hebat yah..
fiuuh.. namanya jg persaingan ketat, bang! klo rendah diri malah ditendang.. ngibul dikit gpp lah.. mungkin musti nyari cara supaya bs nyaring pegawe yg bener2 kompeten, makanya skr outsourcing lg gencar2nya..
DEG2AN GW!!! JOBLESS???? OH NO!!
Betul banget, film itu luar biasa karena selain ceritanya yang banyak memberikan inspirasi, akting yang pas dari Will Smith dan juga karena diambil dari kisah nyata. Tokoh aslinya pernah diundang dalam acara Opra dan memang terlihat luar biasa.
wah gw sedih banget tuh nonton filmnya .. banyak yang bisa diambil dari film itu .. bagus jadi pengen nonton lagi huhu
Ya, resensi filmnya ngegantung tuh Mas Aris. Gimana akhirnya dengan kerjaan si Chris. Pasti sukses ya (mengikuti sebagian besar film yang berakhir dengan happy ending).
pada bilang bagus yah itu film.. berarti bagus donk.. gw jadi mo nyari dvdnya