Titipan Salam Untuk Pembuat Virus

Jumat kemarin schedule saya ke salah satu company client diwilayah Jl.Hj Jian Jakarta selatan. Hari itu disamping memberi keterangan tentang progress dari aplikasi yang mereka pesan, saya juga harus memperbaiki semua komputer yang katanya terkena virus Tati buatan anak negeri.

Jujur saya baru bertemu dengan virus sakit hati tersebut. Namun salah satu direksi bilang itu akibat dari laptopnya yang terkena virus tersebut bawaan dari kantor dewan jakarta selatan. Kebetulan 2 Server tidak terkena dampaknya, karena memang dari awal sudah saya pesan sama karyawan disana bahwa server jangan sering digunakan atau dicolokin Flashdisk, atau bermain internet diserver tersebut. Kalau sekedar input data atau nyetel musik sih yah nggak kenapa.

Lucunya, pas lagi bersih-bersih virus Tati menggunakan symantec update terbaru(8Mei2008). Client saya tersebut ngomong ngalor ngidul tentang sumpah serapah mereka kepada pembuat virus tersebut. Bagaimana tidak, lebih dari 3 Jam file duplikasi *.scr yang dibuat tati tersebut harus dihilangkan, karena memang file di notebook beliau banyak sekali, bahkan saat beliau mau pulang, symantec belum juga rampung.

Hmm, saya jadi terngiang teman-teman dan para client terdahulu yang juga mengeluarkan sumpah serapahnya kepada pembuat virus brontok. Waduh bagaimana hidupnya yah yang tiap detik disumpahin sama orang yang teraniaya? Bagaimana tidak, laporan penting mereka, skrispsi yang besok harus diprint dan dikumpulkan, laporan keuangan bulanan mereka yang sudah diaudit selama 3 bulan hilang begitu saja(sebenernya bukan hilang, namun terlanjur diformat FDDnya oleh mereka).

Sempet dapet laporan dari temen-temen di vb-bego.net dan yogyafree, mereka menjadi kambing hitam atas virus tersebut, memang saya akui 2 komunitas itu memberikan source code virus-virus tersebut yang dikompile dengan visual basic 6 atau 5. Namun mereka berniat hanya untuk pendidikan saja, toh mereka pun memberikan notice yang jelas-jelas itu tidak boleh disalahgunakan. Memang ilmu itu tidak ada yang jahat, tapi manusianya.

Ada baiknya bagi para pembuat/calon pembuat virus mikir-mikir lagi sebelum melaunch virusnya tersebut, lihat bagaimana dampaknya pada perkantoran, warnet-warnet, anak-anak kuliahan/sekolahan atau mungkin saudara-saudara anda yang terkena dampaknya merasakan ribetnya bunuhin karya anda.

Bagaimana kalo kita simulasiin nyata tentang dampak dari virus lokal ini. Seorang karyawan yang sudah membuat laporan keuangan yang bisa dibilang 2 bulan ini dia menyusunnya dengan susah payah. Dan ketika weekend dia sedang berliburan karena laporan tersebut sudah rampung. Ketika senin tiba, dia berniat nge print laporan tersebut disalah satu warnet.

Kebetulan warnet tersebut terkena virus, dan saat karyawan tersebut mencolokan flashdisknya tiba-tiba semua file *.docnya hilang dan muncul beberapa folder aneh dan file-file aneh. Seketika operator warnet menuduh bahwa si karyawan tersebut membawa virus di flashdisknya, karena kedua orang tersebut minim memiliki pengetahuan dibidang IT.

Saling tuduhlah mereka berdua, namun sudah terlnjur stress si karyawan mengambil tindakan memformat flashdisknya. Hilanglah semua laporan tersebut dan tanpa backup sama sekali. Bagaimana pusingnya dia harus mengulang lagi?, bagaimana tanggung jawab dia kepada atasannya?.

Diatas hanya contoh kecil dari dampak virus. Lantas bagaimana kalo memang bener-bener fatal? sampai-sampai ada yang di pecat, drop out dari kampus, pengurangan nilai karena membawa virus, tuduhan-tuduhan negatif. Itu semua karena ke egoisan pembuat virus yang memang lagi sakit hati ditolak atau ditinggal pacarnya, atau menurut saya dan kawan-kawan mereka itu cuma seorang lamers yang mau coba pamer kemampuan programming winAPI mereka dengan visual basic.

Toh kalo memang kepingin dipanggil hacker, yah jangan bikin virus tersebut lah, atau mau mencurahkan sakit hati? yah tinggal ngeblog, atau bikin aplikasi powerful dan di dialog about tulis deh tuh unek-uneknya.

Yaudah daripada kita ikut-ikutan nyumpahin, gimana kalo kita doakan saja mereka. Mudah-mudahan diberikan hidayah sama Allah SWT supaya bikin antivirusnya dan stop mengembangkan virus tersebut. Amin..

7 Responses to “Titipan Salam Untuk Pembuat Virus”


  1. 1 ridu 13 May, 2008 at 7:00 pm

    eh.. Jl. H. Jian?? itu deket Darmawangsa kan?? tiap hari gw lewat situ tuh..

    iya tuh betul, kalo mo curhat dan putus asa, jangan bikin virus donk, mendingan ngeblog yah.. :mrgreen:

  2. 2 ridhoyp 14 May, 2008 at 12:28 pm

    kata ridu bener juga tuh..
    jangan bikin virus lagi dong..

    oia,sedikit tips nih.. klo mau ngilangin virus tati pake PCMAV yang terbaru..

  3. 3 waterbomm 14 May, 2008 at 12:38 pm

    hemm.. titip salam juga ya..

    ya gitu deh.. namanya juga manusia, apa kata dunia!!!

    tapi justru pembuat viruslah yang ngasih nafkah para pembuat/vendor antivirus.

    namanya hukum sebab akibat :D

  4. 4 arizane 15 May, 2008 at 1:04 pm

    @ridu
    iya gw punya 2 client diwilayah sana. yang satu di jl.sawo fatmawati yang satu di hj jian deket saraswati gitu deh..

    oh lw sering lwat situ??

    @ridho
    iya mas..saya pake symantec terbaru n ilang deh hehehe makasih sarannya yah..

    @waterboom
    iya jg sih, tapi awal terbentuknya virus ternyata cuman dari sekedar iseng2 orang aja..n banyak kontoversi klo pembuat virus dibayar sama perusahaan antivirus…yah whos know!!!

  5. 5 mozart 15 May, 2008 at 4:20 pm

    setuju. Riz, sebenernya gw udah buat aplikasi kecil buat hadang virus yang pengen beraksi pada saat UFD dicolokin dikompi. hasilnya lumayan membantu meminimalisir penyebaran virus lewat media UFD itu walaupun tidak 100%. sekarang masih gw sempurnain terus dengan menambahkan database pengenal untuk virus.

  6. 6 arizane 18 May, 2008 at 12:53 am

    @mas mozart
    iya saya juga terinspirasi dari aplikasi namanya ninja

    so far kita bikin folder dengan nama autorun.inf juga udah bisa prevent..
    tapi lebih bagus lagi yang bisa ngeblokir virus..

  7. 7 Yosi Oliver S 28 May, 2008 at 2:36 pm

    sebelumnya salam buat bung aris….bagaimana kabarnya?sudah lama tidak ngobrol….
    kalo menurut saya sebagai seorang yang “cupu” dibidang pemrograman mengenai artikel VIRUS ini…
    yah…memang orang yang membuat VIRUS itu merupakan orang yang tidak ber-tanggung jawab.bagi saya adalah : “Teknologi Untuk Kemuliaan”. artinya : teknologi untuk sesama,untuk kemudahan orang lain…
    Dan bukan untuk ajang pamer!!!Boleh lah pamer kalo ada ajang Google Summer Code…tapi itu kan untuk hal yang POSITIF pastinya…Orang yang membuat Virus tuh memang SOMBONG,ANGKUH,PONGKAH…ga bakal ngerti kesusahan orang lain…belum pernah DIGEMPUR apa dia ama Developer-developer/Programmer-programmer kita yang baik hati.Sekian..

Leave a Reply




Official Of Arizane Blog

Komunitas

Indonesian Muslim Blogger KampungBlog.com - Kumpulan Blog-Blog Indonesia

Top Browsers

Mozilla

Visitor