Rabu kemarin, niatnya mau nganterin dia nemenin penandatanganan skripsinya, dikampusnya, selesai itu kami berdua emang niatnya mau nonton di blokm film hancock, soalnya pak riyo sempet nulis juga tentang ini, dan tentunya rasa penasaran saya dengan posternya tersebut, dan denger-denger kata temen saya si Hancock terbang lewat pancoran, masasih?.
Kami tonton sampe akhir, ternyata engga ada tuh, ck ck ck, apa kami yang enggak sempet liat?, wah kalo emang ga ada adegan lewat pancoran, berarti 21 Cineplex Indonesia tukang bohong dong?, yah what ever!. Yang pasti film ini keren pisan, dan backgroundnya bener-bener beda dari setiap film super hero homo lainnya.
Sebenernya ada actor yang saya suka disana, yaitu Ray, teman barunya Hancock yang mencoba mengubah will smith untuk enggak dibenci lagi sama masyarakat. Tapi semua enggak segampang itu, terlebih si hancock tuh punya kepribadian yang emang buruk banget, masa superhero tidur dipinggir jalan, mabok-mabokan, engga sopan sama orang tua dan anak kecil, yang banyak deh.
Tapi seorang Ray bisa melihat sisi positif dari Hancock, walaupun sang istri udah ngebujuk Ray enggak ngelakuin hal tersebut. Tapi mungkin sisi Positif thingkin dan positif feeling yang dimiliki Ray itu tingkat tinggi, akhirnya Hancockpun bisa berubah sedikit demi sedikit.
Pelajaran yang bisa kami ambil waktu itu, yang emang bener-bener sangat berguna khususnya buat saya, bagaimana cara menerima orang apa adanya adalah mengetahui buruknya namun terus mencari dan melihat segala suatu hal lewat sisi baiknya/positifnya.
Dalam buku ESQ, pak Ary Ginanjar sering mengatakan kepada para pembaca agar berfikir berputar(99 Thingking hat). Intinya kita harus terus mencari sisi baik dan sisi positif orang lain. Karena memang secara fitrahnya, manusia itu terlahir dari insan yang suci, positif, baik, unik.
Memang, pada kenyataannya menerima seseorang itu bisa dibilang cukup sulit, terlebih hal tersebut adalah hal yang memang menyakiti hati atau tidak menyenangkan. Namun kadang sisi positif yang sangat besar bisa dikalahkan oleh sisi negatif yang memang sebesar lubang jarum hanya karena keegoisan semata.
Kawan yang sering pelupa namun setia kawan, rekan kerja yang sering telat namun kompeten dan memiliki etos kerja tinggi, saudara yang bodoh namun suka kerja keras, dosen yang killer namun sangat membimbing, pacar yang tak sesuai selera namun setia dan sayang apa adanya, kolega yang galak namun menghasilkan income untuk kita, dan masih banyak lagi sisi personal orang yang sulit diterima namun memiliki positif side yang mungkin bisa menguntungkan dan memberikan hal yang terbaik untuk hidup kita.
Itu sebabnya, selalu melihat sisi positif dari orang lain memiliki kekuatan sendiri untuk menerima orang apa adanya. Namun yang masih sangat saya bingungkan, banyak orang yang bisa menerima orang lain namun sulit sekali menerima keadaan dirinya sendiri, contohnya saya ini..hehehe, semoga bermanfaat.
Recent Comments